Peningkatan kualitas transportasi umum menjadi prioritas utama bagi pemerintah, dan revitalisasi terminal bus menjadi salah satu fokusnya. Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, kini menjadi percontohan terminal modern dengan standar pelayanan yang setara dengan bandara. Proyek revitalisasi terminal bus ini tidak hanya mengubah wajah terminal menjadi lebih bersih dan nyaman, tetapi juga mengintegrasikan berbagai layanan untuk memudahkan penumpang. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta per 22 Oktober 2025, jumlah penumpang harian di Terminal Pulo Gebang meningkat hingga 40% setelah revitalisasi, menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi darat.
Revitalisasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penataan ruang tunggu yang berpendingin udara, toilet yang bersih, hingga ketersediaan fasilitas pengisian daya telepon genggam gratis. Selain itu, revitalisasi terminal bus ini juga dilengkapi dengan sistem informasi keberangkatan dan kedatangan bus yang terintegrasi dengan aplikasi digital. Kepala Terminal Pulo Gebang, Bapak M. Rifa’i, dalam konferensi pers pada hari Jumat, 24 Oktober, menyatakan, “Kami ingin mengubah stigma bahwa terminal itu kotor dan tidak aman. Kini, kami berupaya memberikan pelayanan prima kepada setiap penumpang.” Penjualan tiket juga telah beralih ke sistem online, sehingga meminimalkan praktik calo yang merugikan penumpang.
Untuk menjamin keamanan, pihak kepolisian juga turut serta. Revitalisasi terminal bus ini dilengkapi dengan ratusan kamera CCTV yang terhubung langsung dengan pos keamanan. Polsek Cakung menempatkan personelnya untuk melakukan patroli rutin di area terminal dan sekitarnya. Kapolsek Cakung, Kompol Agus Triadi, menyatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku kejahatan, termasuk pencopet dan penipu. “Keamanan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kami ingin para penumpang merasa aman dan nyaman selama berada di terminal,” ujarnya pada hari Kamis, 23 Oktober.
Dengan keberhasilan revitalisasi terminal bus ini, Terminal Pulo Gebang kini menjadi model yang dapat direplikasi di kota-kota lain di Indonesia. Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi, dalam kunjungannya ke terminal ini pada hari Sabtu, 25 Oktober, menyatakan bahwa pemerintah menargetkan 10 terminal di seluruh Indonesia akan mengikuti jejak Terminal Pulo Gebang dalam lima tahun ke depan. Diharapkan, revitalisasi terminal bus secara menyeluruh dapat meningkatkan minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, yang pada akhirnya akan membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara.
