Upaya pemulihan kualitas lingkungan hidup pada lahan bekas pemanfaatan tambang terus digalakkan melalui kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan secara terpadu. Pelaksanaan gerakan penanaman pohon buah khas daerah difokuskan pada area pemulihan tanah untuk mengembalikan fungsi ekosistem yang terganggu. Langkah ini diambil agar lahan bekas galian tidak sekadar menjadi area hijau kosong, melainkan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga sekitar. Jenis tanaman yang dipilih meliputi durian lokal, manggis, rambutan, dan cempedak yang cocok dengan kondisi tanah setempat.
Proses penanaman mengikutsertakan kolaborasi antara pengelola perusahaan tambang, dinas lingkungan hidup, serta kelompok masyarakat pecinta lingkungan tempatan. Sebelum penanaman pohon buah dilakukan, struktur tanah ditutupi kembali dengan lapisan tanah subur dan ditambahkan racikan pupuk organik untuk menetralkan kadar keasaman lahan. Penggunaan jenis tanaman lokal diprioritaskan karena memiliki daya tahan yang sangat kuat terhadap perubahan cuaca dan kondisi tanah marginal. Langkah pemulihan lingkungan ini dirancang secara matang agar tingkat keberhasilan tumbuh tanaman dapat mencapai target maksimal.
Selain memulihkan fungsi penyerapan air dan mencegah abrasi tanah, kawasan hijau baru ini diproyeksikan menjadi sentra produksi buah lokal di masa depan. Kehadiran kebun pohon buah di atas lahan bekas penambangan ini dapat dikelola oleh kelompok tani warga sekitar sebagai sumber pendapatan baru. Keanekaragaman hayati kawasan juga bertambah kaya seiring kembalinya berbagai jenis burung dan serangga penyerbuk ke area pemulihan tersebut. Langkah ini mengubah citra kawasan bekas tambang menjadi kawasan produktif yang memberi banyak manfaat lingkungan dan ekonomi.
Pemantauan perkembangan tanaman dilakukan secara berkala oleh tim ahli guna memastikan pepohonan tumbuh dengan sehat dan bebas dari gangguan hama. Pemeliharaan tanaman pohon buah ini mencakup penyiraman rutin, pemangkasan cabang, serta penambahan nutrisi tanah secara berkesinambungan setiap beberapa bulan sekali. Masyarakat sekitar diajak ikut serta mengamankan area penanaman dari ancaman kebakaran lahan dan gangguan ternak liar yang melintas. Kesadaran kolektif ini menjadi kunci sukses program pengembalian kelestarian alam bekas penambangan.
Program pemulihan lahan menggunakan tanaman bernilai ekonomis ini mempertegas komitmen keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam daerah. Keberadaan kebun pohon buah di kawasan rehabilitasi terbukti efektif memperbaiki daya dukung lingkungan sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi warga lokal. Pemerintah daerah mendorong pemegang izin tambang lainnya untuk menerapkan metode pemulihan lahan berbasis tanaman produktif serupa. Melalui komitmen pelestarian ini, keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara seimbang.
