Fenomena cuaca ekstrem semakin sering melanda berbagai wilayah di Indonesia, menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pemerintah daerah. Salah satu kejadian unik yang menarik perhatian adalah hujan es, yang meskipun singkat namun dapat menimbulkan kerusakan. Berdasarkan analisis terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per tanggal Senin, 15 Desember 2025, terdapat beberapa kota mana saja yang berpotensi hujan es selama periode puncak musim hujan ini. Peningkatan intensitas cuaca ekstrem diprediksi terjadi hingga akhir Januari 2026.
Hujan es atau hail terbentuk di awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat tebal. Proses ini terjadi ketika tetesan air di dalam awan membeku karena terbawa arus udara vertikal yang kuat, lalu jatuh ke bumi sebelum sempat mencair. Menurut data klimatologi BMKG, beberapa wilayah dataran tinggi dan transisi di Jawa dan Sumatera secara historis lebih rentan terhadap fenomena ini.
Beberapa kota mana saja yang berpotensi hujan es berdasarkan pemodelan atmosfer terbaru BMKG meliputi kawasan metropolitan Bandung, Malang, dan Bogor. Ketiga kota ini memiliki faktor geografis dan topografis yang mendukung pembentukan awan Cb yang tinggi dan kuat. Kejadian hujan es sebelumnya pernah dilaporkan di kawasan Dago, Bandung, pada bulan Maret 2025, menyebabkan kerusakan ringan pada atap rumah dan kaca mobil. Selain itu, potensi serupa juga diperkirakan terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dan beberapa daerah di lereng Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pemerintah daerah dan aparat keamanan telah mengambil langkah antisipasi terhadap dampak dari cuaca ekstrem ini. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Bapak Ridwan Nurhadi, S.T., M.Eng., dalam konferensi pers pada Selasa, 16 Desember 2025, mengimbau masyarakat untuk segera masuk ke dalam ruangan atau berlindung di bawah bangunan kokoh jika melihat awan gelap pekat (Cumulonimbus) yang biasanya mendahului hujan es. “Kami telah menyiapkan tim siaga 24 jam dan berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polres Kota Besar Bandung untuk mengamankan ruas jalan dari pohon tumbang akibat angin kencang yang menyertai hujan es,” ujar Bapak Ridwan.
Masyarakat di kota mana saja yang berpotensi hujan es juga disarankan untuk memarkir kendaraan di bawah atap pelindung dan memangkas ranting pohon yang sudah rapuh di sekitar rumah. Peningkatan informasi dan edukasi tentang mitigasi bencana alam menjadi kunci untuk meminimalkan kerugian. Dengan kewaspadaan dan pemahaman yang baik, dampak dari cuaca ekstrem ini diharapkan dapat dikelola secara efektif.
