Warga di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, baru-baru ini dibuat tegang sekaligus kagum oleh aksi heroik yang dilakukan oleh seorang anak sekolah dasar di lingkungan tempat tinggalnya. Sebuah video yang memperlihatkan keberanian seorang bocah Balangan jinakkan ular sanca besar mendadak viral setelah reptil sepanjang hampir lima meter tersebut masuk ke area pemukiman warga dan sempat memangsa hewan ternak. Alih-alih lari ketakutan, bocah tersebut dengan tenang mendekati sang ular dan melakukan teknik penanganan reptil yang sangat tenang, seolah sudah terbiasa berinteraksi dengan hewan liar di alam bebas. Warga yang awalnya panik hanya bisa terpaku melihat kemahiran sang anak dalam mengarahkan kepala ular agar tidak menyerang manusia di sekitarnya.
Keberanian bocah Balangan jinakkan ular sanca besar tersebut ternyata didapatkan dari kebiasaannya mengikuti sang ayah yang merupakan seorang pencinta reptil dan sering melakukan evakuasi satwa liar. Meski terlihat sangat lihai, para ahli herpetologi tetap memberikan peringatan agar aksi semacam ini tidak ditiru oleh anak-anak lain tanpa pengawasan profesional karena risiko lilitan ular sanca yang sangat mematikan. Sang bocah sendiri mengaku tidak merasa takut karena ia telah diajarkan untuk memahami bahasa tubuh ular dan kapan saat yang tepat untuk memegang bagian leher guna melumpuhkan gerakannya secara aman. Aksi ini segera mendapatkan jutaan jempol di media sosial, menjadikannya pahlawan kecil yang dianggap telah menyelamatkan warga dari ancaman predator berbahaya tersebut.
Reaksi netizen terhadap video bocah Balangan jinakkan ular sanca besar ini sangat beragam, mulai dari pujian atas mental bajanya hingga diskusi mengenai pentingnya edukasi satwa liar sejak dini bagi masyarakat pedesaan. Banyak warga Balangan yang merasa terbantu dengan keberadaan sang bocah, karena penanganan ular di wilayah tersebut seringkali memakan waktu lama jika harus menunggu petugas pemadam kebakaran datang dari pusat kota. Fenomena ini juga menjadi momentum bagi komunitas pencinta hewan setempat untuk memberikan sosialisasi mengenai cara evakuasi ular yang benar tanpa harus membunuh hewan tersebut, guna menjaga keseimbangan ekosistem hutan Kalimantan yang kian terhimpit oleh pembangunan pemukiman manusia.
